Lewati ke konten utama
Kembali ke daftar artikel
Panduan Orang Tua

Kenapa Anak Bisa Jago Berhitung Tapi Tetap Kesulitan Soal Cerita

Penjelasan kenapa anak yang lancar berhitung bisa tetap kesulitan dengan soal cerita matematika, dan cara membantu tanpa menambah les berhitung.

Oleh Muhammad Nuur Rohman

"Anak saya cepat kalau disuruh hitung perkalian atau pembagian, tapi begitu ketemu soal cerita langsung bingung." Keluhan ini sangat umum, dan sering disalahpahami sebagai "anaknya kurang latihan berhitung" — padahal masalahnya biasanya ada di tempat lain sama sekali.

Berhitung dan memahami soal cerita adalah dua kemampuan berbeda

Berhitung adalah kemampuan menjalankan operasi matematika dengan benar begitu tahu operasi apa yang harus dipakai. Soal cerita menambahkan satu langkah sebelum itu: menerjemahkan kalimat menjadi operasi matematika yang tepat. Anak bisa sangat cepat dan akurat di langkah kedua (berhitung), tapi masih kesulitan di langkah pertama (menerjemahkan) — dan dua kemampuan ini memang perlu dilatih dengan cara yang berbeda.

Kenapa soal cerita terasa jauh lebih sulit

Soal cerita menuntut beberapa langkah berpikir sekaligus: membaca dan memahami situasi, mengenali informasi mana yang relevan, menentukan operasi yang tepat, baru kemudian menghitung. Kalau di salah satu langkah awal anak sudah bingung — misalnya salah memahami kalimat "berkurang menjadi" dikira sama dengan "berkurang sebanyak" — hasil akhirnya bisa salah meski kemampuan berhitungnya sendiri sama sekali tidak bermasalah.

Tanda kesulitannya ada di menerjemahkan, bukan berhitung

Cara sederhana mengecek: minta anak menjelaskan dengan kata-kata sendiri apa yang sebenarnya ditanyakan soal, sebelum mulai menghitung. Kalau penjelasannya sudah keliru di titik ini — misalnya salah paham siapa yang "memberi" dan siapa yang "menerima" dalam soal — maka masalahnya memang di pemahaman soal, bukan di kemampuan hitung. Kalau penjelasannya sudah benar tapi hasil hitungnya yang salah, baru masalahnya di keterampilan berhitung.

Kenapa menambah les berhitung saja tidak selalu membantu

Kalau sumber kesulitannya memang di menerjemahkan kalimat, menambah jam latihan berhitung biasa (soal langsung tanpa narasi) tidak akan menyentuh masalah sebenarnya — anak akan tetap lancar mengalikan dan membagi, tapi tetap bingung begitu bertemu soal cerita lagi. Latihan yang lebih tepat sasaran adalah soal cerita dengan tingkat kesulitan bahasa yang bertahap, bukan sekadar menambah jumlah soal hitungan.

Ringkasan

Anak yang lancar berhitung tapi kesulitan soal cerita bukan berarti kurang latihan hitung — biasanya kesulitannya ada di menerjemahkan kalimat menjadi bentuk matematika, tahap yang berbeda dari berhitung itu sendiri. Membedakan dua kemampuan ini membantu memilih bantuan yang tepat: latihan menerjemahkan soal cerita secara bertahap, bukan sekadar menambah jam latihan berhitung yang sudah lancar.

Artikel terkait

Panduan Orang Tua

Apa Itu TKA (Tes Kemampuan Akademik)? Ini Bedanya dengan UTBK-SNBT

TKA menggantikan Ujian Nasional untuk memvalidasi nilai rapor jalur SNBP, bukan pengganti UTBK-SNBT. Penjelasan perbedaan keduanya agar tidak tertukar.

Panduan Orang Tua

5 Tanda Anak Membutuhkan Bimbingan Belajar Matematika Tambahan

Ciri-ciri anak mulai kesulitan mengikuti matematika di sekolah, dari nilai ulangan sampai kebiasaan belajar di rumah, dan langkah yang bisa orang tua ambil.

Adaptive Learning

Apa Itu Pembelajaran Adaptif dalam Matematika, dan Kenapa Beda dari Bimbel Biasa

Mengenal cara kerja pembelajaran adaptif: bagaimana sistem menentukan soal berikutnya dari bukti performa siswa, bukan urutan bab yang tetap untuk semua orang.